Info Madrasah |
Monday, 20 May 2024
  • | Libur Hari Raya Idul Fitri 19 April s.d 2 Mei 2023 | MTsN 3 Lebak Membuka Pendaftaran Calon Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2023-2024 | Awal Tahun Pelajaran 2023-2024 Akan di laksanakan pada tanggal 17 Juli 2023 (Peserta Didik baru akan melaksankana MATSAMA selama 5 hari)

Degradasi Akhlak Berbicara pada Zaman Now: Tantangan dan Solusinya

Diterbitkan :

Degradasi Akhlak Berbicara pada Zaman Now : Tantangan dan Solusinya

Oleh Mohammad Assabiq

Guru MTsN 3 Lebak

Zaman yang terus berkembang membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam cara kita berkomunikasi. Perkembangan teknologi dan media sosial telah membawa dampak besar pada cara kita berbicara dan berinteraksi satu sama lain. Namun, di balik kemajuan tersebut, terdapat masalah serius yang perlu diperhatikan, yaitu degradasi akhlak berbicara di zaman sekarang. Perilaku komunikasi yang kurang sopan, rasa empati yang berkurang, dan penyebaran informasi palsu telah menjadi isu yang semakin meresahkan.

Perubahan dalam Cara Berbicara

Perkembangan teknologi komunikasi memungkinkan manusia untuk berinteraksi dalam waktu nyata tanpa batasan geografis. Namun, di tengah kebebasan ini, terdapat kecenderungan untuk berbicara secara kurang beretika. Penggunaan kata-kata kasar, merendahkan, dan menyerang telah menjadi lebih umum dalam komunikasi sehari-hari, terutama dalam platform media sosial. Anonimitas yang diberikan oleh internet juga mendorong perilaku tidak sopan.

Kehilangan Rasa Empati

Salah satu dampak dari degradasi akhlak berbicara adalah hilangnya rasa empati dalam komunikasi. Kita cenderung melupakan bahwa di balik layar komputer atau smartphone, ada manusia yang memiliki perasaan dan sensitivitas. Kurangnya penghargaan terhadap perasaan orang lain dapat merusak hubungan antarindividu dan memperburuk konflik. Kita perlu ingat bahwa berbicara dengan empati dan hormat adalah kunci untuk membangun hubungan yang sehat.

Penyebaran Informasi Palsu

Zaman digital juga telah memberikan panggung yang lebih besar bagi penyebaran informasi, baik yang benar maupun palsu. Berbicara secara tidak bertanggung jawab dan menyebarkan berita palsu (hoaks) dapat memiliki dampak yang merusak, baik bagi individu maupun masyarakat secara luas. Degradasi akhlak berbicara tercermin dalam upaya untuk menipu atau menyesatkan orang lain demi kepentingan pribadi atau kelompok.

Solusi-Solusi yang Dapat Dilakukan

Pendidikan Akhlak Berbicara: Pendidikan akhlak berbicara seharusnya dimulai sejak dini di sekolah dan keluarga. Anak-anak harus diajarkan pentingnya berbicara dengan sopan, menghargai perasaan orang lain, dan berpikir sebelum berbicara.

Penggunaan Teknologi yang Bertanggung Jawab: Ketika menggunakan media sosial dan platform komunikasi digital lainnya, kita perlu mengingat tanggung jawab kita untuk berbicara dengan etika. Hindari penggunaan kata-kata kasar atau merendahkan dan gunakan platform tersebut untuk berkontribusi positif.

Pentingnya Faktak-Checking: Sebelum menyebarkan informasi, pastikan informasi tersebut benar dan sahih. Memeriksa fakta sebelum berbicara atau berbagi informasi dapat membantu mencegah penyebaran hoaks.

Meningkatkan Kesadaran Digital: Mengajarkan kesadaran digital kepada generasi muda dan orang dewasa sama pentingnya. Mengenali bahaya dari penyebaran informasi palsu dan pentingnya berbicara secara bertanggung jawab di dunia digital.

Berbicara dengan Empati: Selalu ingat bahwa di balik layar ada manusia dengan perasaan. Berbicara dengan empati, mendengarkan dengan saksama, dan menghormati pendapat orang lain adalah langkah penting dalam membangun hubungan yang baik.

Kesimpulan

Degradasi akhlak berbicara di zaman sekarang merupakan masalah yang harus kita hadapi dengan serius. Perubahan dalam cara kita berkomunikasi tidak boleh mengorbankan nilai-nilai etika dan empati. Dengan pendidikan yang tepat dan kesadaran akan pentingnya berbicara dengan tanggung jawab, kita dapat membangun komunikasi yang lebih bermakna, menghormati, dan berdampak positif bagi individu dan masyarakat secara keseluruhan.